Breaking

Minggu, 26 Oktober 2025

Ketegangan di Karibia: Trump Kerahkan Kapal Perang ke Trinidad di Tengah Operasi Anti-Narkoba Venezuela

 


Ketegangan di kawasan Karibia meningkat tajam setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengerahkan dua kapal perang raksasa — USS Gravely dan USS Gerald R. Ford — ke wilayah Trinidad dan Tobago. Langkah ini disebut sebagai bagian dari operasi besar-besaran untuk memberantas perdagangan narkoba yang dikaitkan dengan Venezuela.


Namun, kehadiran militer AS di perairan yang sensitif itu justru memicu gelombang kekhawatiran di antara warga dan negara-negara sekitar. Di Port of Spain, ibu kota Trinidad dan Tobago, penduduk mulai menunjukkan ketakutan dan rasa tidak pasti. Mereka menyerukan agar pemerintah setempat menempuh jalur diplomatik dan menegaskan kedaulatan nasional di tengah meningkatnya aktivitas militer di kawasan.


Langkah Trump ini bukan tanpa alasan. Sejak September lalu, Angkatan Laut AS telah melancarkan serangkaian operasi maritim terhadap kapal yang diduga terlibat dalam penyelundupan narkoba di Karibia dan Samudra Pasifik. Hingga kini, sepuluh kapal berhasil diserang, dengan salah satu insiden terbaru menyebabkan enam orang tewas.


Washington menyebut operasi tersebut sebagai upaya membongkar jaringan kartel narkoba internasional yang diyakini memiliki hubungan dengan pejabat militer dan politik di Venezuela. Namun, para analis menilai bahwa tindakan ini juga memiliki dimensi geopolitik, terutama untuk menekan pemerintahan Nicolás Maduro yang selama ini menjadi musuh utama Washington di Amerika Latin.


Kapal induk USS Gerald R. Ford, yang dikenal sebagai kapal perang terbesar dan tercanggih di dunia, dikabarkan akan melakukan latihan gabungan dengan sekutu regional AS dalam waktu dekat. Namun, belum ada kejelasan apakah operasi itu murni latihan militer atau menjadi bagian dari strategi pencegahan terhadap aktivitas Venezuela di laut Karibia.


Sementara itu, pemerintah Trinidad dan Tobago hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait pengerahan tersebut. Namun, beberapa anggota parlemen menyerukan agar negara itu tidak terseret dalam konflik geopolitik antara Washington dan Caracas.


Ketegangan ini menjadi pengingat baru bahwa kawasan Karibia, yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata tropis, kini berubah menjadi panggung manuver militer global — tempat kepentingan ekonomi, politik, dan keamanan saling bertabrakan di bawah bayang-bayang kapal perang Amerika Serikat.