Tensi di kawasan Timur Tengah mencapai puncak baru. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memerintahkan operasi militer terbesar terhadap Yaman, menyusul meningkatnya tekanan global dan serangan-serangan yang sebelumnya mengguncang Tel Aviv serta Yerusalem.
Pesawat tempur Israel dikabarkan melancarkan serangan udara massif ke Sana’a dan beberapa provinsi lain yang dikuasai kelompok Houthi. Serangan itu menewaskan sejumlah warga sipil dan pejuang perlawanan, yang langsung disebut oleh Houthi sebagai “para martir bangsa Yaman.”
Balasan Houthi: Rudal Cluster
Tidak butuh waktu lama, kelompok Houthi mengumumkan balasan keras. Melalui pernyataan resmi, mereka menegaskan telah meluncurkan rudal cluster berdaya ledak tinggi ke arah Israel. Rudal-rudal ini dirancang untuk memberikan kerusakan luas dengan daya hancur lebih besar dibandingkan serangan sebelumnya.
Ledakan dilaporkan mengguncang beberapa wilayah, termasuk pangkalan militer dan instalasi logistik yang dianggap vital bagi Israel.
Sana’a Berduka
Di Sana’a, ribuan warga turun ke jalan untuk menggelar prosesi pemakaman massal bagi para korban serangan Israel. Tangisan dan teriakan “balas dendam” menggema di seluruh kota, menciptakan suasana penuh emosi yang memicu semangat perlawanan semakin kuat.
Netanyahu dalam Tekanan
Meski Netanyahu berusaha menunjukkan ketegasan dengan operasi besar-besaran, insiden ini justru memperburuk posisinya di mata internasional. Negara-negara Arab mengecam keras serangan udara ke Yaman yang menewaskan banyak warga sipil. Bahkan, sebagian sekutu Israel mulai resah melihat eskalasi yang bisa menyeret kawasan ke perang lebih luas.
Dampak Regional
Balasan Houthi menggunakan rudal cluster menjadi sinyal bahwa Yaman kini siap menghadapi perang skala penuh. Pertahanan udara Israel dipaksa bekerja ekstra keras untuk mencegat rudal-rudal berbahaya ini. Namun, laporan awal menyebut sebagian berhasil lolos, memicu kebakaran besar di beberapa titik.
Analisis
Konflik ini menandai pergeseran signifikan. Jika sebelumnya serangan Houthi dianggap simbolis, kini mereka menunjukkan kemampuan menghantam dengan persenjataan berdaya rusak tinggi. Eskalasi ini bisa memperluas perang, tidak hanya Israel-Yaman, tapi juga menarik kekuatan regional lain ke dalam konflik.