Breaking

Selasa, 28 Oktober 2025

Iran Kecam PBB: “Boneka Washington dan Tel Aviv” di Tengah Krisis Timur Tengah

Ketegangan diplomatik kembali memanas antara Teheran dan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Kali ini, Iran secara terbuka mengecam PBB karena dianggap gagal mengutuk agresi Amerika Serikat dan Israel, menyusul serangan udara besar pada bulan Juni yang dilaporkan menewaskan lebih dari seribu warga Iran.

Dalam pernyataan keras yang disiarkan oleh media pemerintah, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menuduh Dewan Keamanan PBB bersikap bias dan tunduk pada kepentingan Barat.

“Boneka Washington dan Tel Aviv”

Baghaei menyebut Dewan Keamanan tidak lebih dari “boneka agenda Washington dan Tel Aviv”, dengan menuduh lembaga internasional itu menutup mata terhadap kejahatan perang yang dilakukan terhadap rakyat Iran.
Ia mengatakan, ketika ribuan warga sipil tewas akibat serangan yang dilakukan dengan dukungan militer AS dan Israel, PBB justru memilih diam, seolah-olah tragedi itu tak pernah terjadi.

Pernyataan ini memperlihatkan kemarahan mendalam Iran terhadap apa yang dianggap sebagai standar ganda komunitas internasional, terutama dalam menangani isu Timur Tengah.

Menurut Baghaei, “unilateralisme militan” Amerika Serikat telah menjerumuskan dunia ke dalam kekacauan global — dari Asia Barat hingga Eropa Timur — sementara badan-badan internasional gagal menegakkan keadilan yang seharusnya netral.

Teheran: Tetap Setia pada Prinsip PBB

Meski diliputi kemarahan, Iran menegaskan bahwa pihaknya tidak akan keluar dari sistem internasional.
Baghaei menegaskan bahwa Teheran tetap berkomitmen pada “prinsip-prinsip dasar Piagam PBB”, termasuk keadilan, kedaulatan, dan penentuan nasib sendiri bagi semua bangsa.

Namun, ia memperingatkan bahwa kesabaran Iran ada batasnya.
Jika PBB terus bersikap pasif terhadap agresi yang menargetkan rakyatnya, Teheran berjanji akan mengambil langkah diplomatik maupun hukum secara sepihak di tingkat global.

Dunia Menyaksikan

Pernyataan Iran ini datang di saat hubungan antara Teheran, Washington, dan Tel Aviv mencapai titik paling panas dalam beberapa tahun terakhir.
Serangan udara yang disebut Iran sebagai “tindakan agresi besar” telah memicu gelombang kemarahan publik dan meningkatkan tekanan bagi pemerintah untuk bertindak lebih keras di panggung internasional.

Sementara itu, PBB belum mengeluarkan tanggapan resmi atas tuduhan yang disampaikan Teheran — sebuah keheningan yang bagi banyak pihak justru memperkuat kritik Iran....