Ketegangan kembali meningkat di Timur Tengah, ketika sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, mengumumkan bahwa mereka telah menemukan dan “mengambil” jenazah dua sandera Israel di Jalur Gaza.
Namun hingga kini, tidak ada konfirmasi resmi mengenai rencana pengembalian jenazah tersebut kepada otoritas Israel — sebuah langkah yang langsung memperdalam ketidakpercayaan di tengah gencatan senjata yang rapuh.
Klaim dan Tuduhan di Tengah Gencatan Senjata
Menurut pernyataan yang disampaikan melalui kanal resmi Hamas, jenazah dua sandera itu ditemukan di area operasi militer di Gaza tengah, setelah serangkaian bentrokan dengan pasukan Israel.
Namun, Hamas menegaskan bahwa pemindahan atau penyerahan jenazah tidak akan dilakukan sebelum adanya jaminan keamanan dan penghentian pelanggaran yang dilakukan oleh pihak Israel.
Sementara itu, militer Israel menuduh Hamas mengulur waktu dan memanfaatkan isu kemanusiaan ini untuk kepentingan propaganda politik.
Tel Aviv menyebut klaim Hamas tidak dapat diverifikasi, dan menuduh kelompok itu memalsukan pengembalian jenazah untuk mendapatkan simpati internasional serta tekanan terhadap pemerintah Israel sendiri.
Jenazah di Terowongan Gaza
Beberapa hari sebelumnya, Hamas juga melaporkan bahwa mereka telah menemukan jenazah sandera lain di dalam terowongan bawah tanah di Gaza selatan.
Namun, menurut juru bicara Al-Qassam, proses pemindahan jenazah itu tertunda karena serangan udara Israel yang berkelanjutan, yang mereka anggap sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata yang telah disepakati.
Bagi banyak pihak, situasi ini menandakan kegagalan total dalam implementasi gencatan senjata — di mana kedua belah pihak terus saling menuduh melanggar perjanjian, sementara kepercayaan publik dan keluarga sandera semakin terkikis.
Keluarga Sandera Menunggu Jawaban
Di Israel, keluarga para sandera kini hidup dalam ketidakpastian dan keputusasaan.
Sebagian berharap klaim Hamas benar agar mereka bisa membawa pulang jenazah orang yang mereka cintai. Namun sebagian lain khawatir bahwa pengumuman ini hanyalah bagian dari perang psikologis di tengah negosiasi yang buntu.
Laporan media Israel menunjukkan bahwa pemerintah sedang menekan mediator internasional, termasuk Qatar dan Mesir, untuk memverifikasi kebenaran klaim Hamas serta memastikan pemulangan jenazah secara aman.
Dunia Menahan Napas
Ketika kedua pihak saling menuding, dunia internasional kembali menyerukan penghormatan terhadap hukum kemanusiaan.
Namun di Gaza, kenyataannya berbeda...
