Rusia kembali membuat langkah besar dalam evolusi militernya.
Kementerian Pertahanan Rusia secara resmi mengumumkan pembentukan cabang militer baru —
yang disebut Pasukan Sistem Drone, menandai era baru peperangan modern.
Pengumuman ini dikonfirmasi oleh Kolonel Sergey Ishtuganov,
yang menyebut unit tersebut kini beroperasi di bawah struktur komando terpadu
dengan komandan tersendiri, resimen khusus, dan sistem koordinasi strategis.
Langkah ini menegaskan bahwa Moskow kini menjadikan teknologi drone sebagai senjata utama
dalam menghadapi medan perang abad ke-21 — terutama di Ukraina.
Era Baru Peperangan Tanpa Pilot
Dalam pernyataannya, Kolonel Ishtuganov menekankan bahwa pasukan drone baru ini
akan memiliki kemampuan pengintaian, serangan, dan peperangan elektronik
yang terintegrasi dalam satu komando pusat.
Rusia sebelumnya telah banyak menggunakan drone kamikaze dan pengintai
dalam konflik Ukraina, untuk menyerang depot amunisi, sistem radar, dan logistik musuh dari jarak jauh.
Namun kini, dengan struktur militer yang resmi dan tersentralisasi,
Moskow berpotensi mengubah keseimbangan perang menjadi lebih efisien dan mematikan.
Kekhawatiran Barat dan Kyiv
Bagi Ukraina dan negara-negara Barat, kabar ini menjadi peringatan keras.
Drone telah menjadi salah satu faktor paling menentukan dalam konflik dua tahun terakhir.
Dengan pembentukan pasukan drone resmi, Rusia dinilai siap melancarkan operasi jarak jauh dengan presisi tinggi,
bahkan menargetkan infrastruktur vital Ukraina yang selama ini sulit dijangkau.
Para analis pertahanan Eropa memperingatkan bahwa langkah ini
dapat memperluas jangkauan ancaman Rusia hingga ke perbatasan NATO.
Bagi Barat, ini bukan sekadar modernisasi militer —
tetapi transformasi strategis yang berpotensi mengubah wajah peperangan global.
Strategi Masa Depan Militer Rusia
Langkah Rusia ini dianggap sebagai jawaban atas tekanan teknologi Barat,
yang telah membekali Ukraina dengan drone buatan AS dan Eropa.
Dengan cabang khusus ini, Rusia dapat memusatkan riset, produksi, dan pelatihan operator drone
dalam satu komando terpadu, mempercepat pengembangan teknologi militer masa depan.
Bagi Moskow, ini bukan sekadar taktik —
ini adalah simbol kebangkitan kekuatan militer baru,
yang memadukan kecerdasan buatan, kecepatan, dan ....
