Breaking

Sabtu, 25 Oktober 2025

AS Cegah Israel Jatuhkan Sanksi Baru ke Hamas: Gencatan Senjata di Gaza Semakin Rapuh

 


Ketegangan kembali meningkat di Timur Tengah.
Sumber diplomatik menyebutkan bahwa Amerika Serikat secara diam-diam telah menekan Israel agar tidak memberlakukan sanksi baru terhadap Hamas maupun wilayah Gaza, di tengah kebuntuan pengembalian jenazah sandera yang masih tertahan.

Menurut pejabat Israel, Hamas sejauh ini baru mengembalikan dua jenazah, menurunkan total dari 28 menjadi 13 yang masih belum dikembalikan sejak diberlakukannya gencatan senjata.
Kondisi ini memicu frustrasi mendalam di Tel Aviv, terutama di kalangan keluarga korban yang menuntut langkah tegas terhadap kelompok perlawanan Palestina tersebut.


Namun, Washington mengambil peran pengendali.
Kunjungan berulang pejabat tinggi AS ke Israel beberapa pekan terakhir menandakan betapa kuatnya pengaruh Amerika dalam menentukan arah kebijakan militer dan diplomatik Israel pascaperang.
Pejabat Gedung Putih dilaporkan memperingatkan Netanyahu bahwa sanksi atau operasi baru dapat mengancam gencatan senjata yang rapuh, sekaligus memperburuk kondisi kemanusiaan di Gaza.

Sementara itu, Hamas mengklaim membutuhkan alat berat dan peralatan khusus untuk mengevakuasi sisa jenazah dari reruntuhan wilayah utara Gaza yang masih hancur akibat serangan udara.
Pernyataan ini memicu kecurigaan bahwa kelompok tersebut menunda pengembalian sebagai taktik negosiasi di tengah tekanan internasional.


AS kini juga menekan Mesir dan Qatar — dua mediator utama gencatan senjata — agar memastikan Hamas memenuhi janjinya.
Washington menilai, setiap kegagalan dalam kesepakatan pengembalian jenazah dapat memicu keruntuhan total perjanjian damai sementara, membuka jalan bagi babak baru eskalasi militer di Gaza.

Situasi ini menggambarkan realitas pahit bahwa perdamaian di Timur Tengah masih rapuh dan bergantung pada diplomasi yang tipis.
Gencatan senjata mungkin bertahan hari ini, tapi tanpa kepercayaan dan kemauan politik, perdamaian sejati tetap terasa sangat jauh.